Polri Tindak Tegas Polwan Terima Rp 450 Juta: Jangan Main-Main!

Polri Tindak Tegas Polwan Terima Rp 450 Juta: Jangan Main-main! Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo

Jakarta - Polri tidak akan menawarkan toleransi atas penyimpangan yang dilakukan jajaran anggotanya. Teranyar, ada seorang polwan berinisial SR yang melaksanakan penipuan dengan menjanjikan seseorang menjadi polisi dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.


Polri Tindak Tegas Polwan Terima Rp 450 Juta: Jangan Main-Main!

"Ini bukti bahwa tidak ada toleransi terhadap mereka-mereka yang berniat main-main dalam rekrutmen, baik di internal (Polri) maupun eksternal," ucap Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Eko Indra Heri kepada detikcom, Rabu (19/9/2018).

Perbuatan SR itu sanggup berujung pemecatan tidak dengan hormat apabila terbukti bersalah di sidang isyarat etik. Selain itu, perbuatan SR itu akan berlanjut ke proses pidana.

"Komitmen pimpinan Polisi Republik Indonesia sangat terang bahwa setiap pelanggaran anggota, baik berupa tindak pidana, pelanggaran disiplin, dan isyarat etik akan ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo secara terpisah di Mabes Polri.

"Termasuk bencana di Polda Jatim, bila di sidang isyarat etik anggota terbukti dinyatakan bersalah maka sanggup di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) dan sanggup dipidanakan," imbuh Dedi.

SR merupakan seorang polwan berpangkat Ipda dan berdinas di Subdit Provost Bidang Propam Polda Jawa Timur. Dia diduga telah melaksanakan penipuan dengan menjanjikan sanggup memasukkan seseorang menjadi polisi dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.

Disebutkan pada Oktober 2017, SR diduga menjanjikan kepada korban bahwa dua cucunya sanggup lulus tes masuk bintara Polri. Sebagai imbalannya, SR meminta uang sejumlah Rp 450 juta.

Sumber detik.com

0 Response to "Polri Tindak Tegas Polwan Terima Rp 450 Juta: Jangan Main-Main!"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel