KPU Pertimbangkan Tandai Eks Napi Korupsi di Surat Suara

KPU Pertimbangkan Tandai Eks Napi Korupsi di Surat Suara
Image Ferom detik.com
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menetapkan mantan koruptor mampu nyaleg dalam Pemilu 2019 meski tak otomatis berlaku. Terkait putusan itu, KPU akan menandai nama eks napi korupsi dalam surat suara.

KPU Pertimbangkan Tandai Eks Napi Korupsi di Surat Suara

"Kami pertimbangkanlah napi korupsi ditandai di surat suara, itu jadi opsi nanti," ujar Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Putusan MA Tak Otomatis Berlaku, Eks Koruptor Masih Haram Nyaleg


Ia menyampaikan penandaan ini menjadi pertimbangan KPU. Hal ini, menurutnya, sesuai dengan saran yang pernah diberikan Wapres Jusuf Kalla.


"Sebagaimana saran Pak JK, Pak JK pernah mengusulkan itu," kata Pramono.


Pramono menyampaikan KPU berupaya menyodorkan nama bacaleg yang tidak berstatus mantan narapidana, di antaranya eks napi korupsi, pelaku kekerasan seksual terhadap anak, dan bandar narkoba.


"Segala hal (cara), pemilih kita disodori dengan nama-nama higienis dari 3 perkara mirip itu," kata Pramono.


MA sebelumnya mengabulkan permohonan somasi Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, yang melarang eks napi korupsi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Selidik punya selidik, putusan MA itu tak berlaku otomatis.


Hal itu didasari Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2011 perihal Hak Uji Materiil sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (14/9). Dalam Pasal 8 ayat 2 disebutkan:


Dalam hal 90 hari sesudah putusan MA tersebut dikirim ke Badan atau Pejabat Usaha Tata Negara, yang mengeluarkan peraturan perundang-undangan tersebut, ternyata Pejabat tersebut tidak melakukan kewajibannya, demi aturan peraturan perundang-undangan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum. 

(dwia/dkp)

Sumber detik.com

0 Response to "KPU Pertimbangkan Tandai Eks Napi Korupsi di Surat Suara"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel