Dolar As Diprediksi Jinak Sementara, Joko Widodo Perlu Waspada

Foto: Muhammad RidhoFoto: Muhammad Ridho

Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjinak. Kini mata uang Paman Sam itu terhadap rupiah dihargai Rp 14.800-an/US$.

Menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky jinaknya dolar AS ketika ini sementara. Pemerintah dibutuhkan tetap waspada sebab masih ada potensi penguatan dolar AS.

Baca juga : Guru Hingga Perawat Honorer Dapat Formasi Khusus di CPNS 2018
Yanuar menilai pelemahan dolar AS yang terjadi kemarin lebih sebab para investor ajaib besar masih menahan diri di Indonesia. Mereka sebelumnya hanya menggoreng portofolio dananya di Indonesia dengan keluar dari pasar saham dan surat utang untuk masuk ke pasar valuta ajaib (valas).

"Jiinaknya itu sebab prinsipnya yang punya SUN (surat utang negara) masih menggoreng. Dengan kata lain beliau belum benar-benar mau keluar. Saham di jual, SUN dijual untuk sanggup untung di pasar valas. Setelah sanggup beliau balik lagi," tuturnya di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Sementara itu gonjang-ganjing yang diterjadi di global yaitu imbas dari berakhirnya quantitative easing yang dilakukan Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) pada 2008 sebab kredit KPR macet (sup prime mortgage). Kala itu, AS mengalami krisis, The Fed pun mengeluarkan kebijakan dengan membeli aset-aset yang dipegang oleh perbankan dan institusi keuangan swasta.

Dana milik investor besar itu mulai menyebar ke negara lain untuk mencari instrumen investasi dengan imbal hasil yang besar, termasuk Indonesia. Nah ketika ini The Fed mulai melaksanakan normalisasi, mereka mulai menarik kembali dana-dana tersebut dengan banyak sekali kebijakan.

"Tapi itu belum benar-benar terjadi. Masih kecil sekalai volumenya," tambahnya.

Menurut Yanuar agresi mudik dana AS itu masih terjadi di negara berkembang lainnya ibarat Turki dan Argentina yang ketika ini mulai terguncang ekonominya, dan tidak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersyukur rupiah kembali menguat. Perry menyebutnya sebagai sebuah karunia.

"Ini karunia Allah untuk kita, rupiahnya stabil dan menguat," kata Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (7/Perry menambahkan pemerintah juga melaksanakan sejumlah langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Saat ini kebijakan B20 sudah diimplementasikan, lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga sudah mengumumkan pembatasan barang impor.

Lalu sejumlah langkah terkait pariwisata sudah dilakukan. "Karena hal-hal itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah ke depan," ujar Perry.
9/2018). 

Sumber detik.com

0 Response to "Dolar As Diprediksi Jinak Sementara, Joko Widodo Perlu Waspada"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel