1.000-An Karyawan Rsud Di Pekanbaru Belum Terima Dana Tpp

1.000-an Karyawan RSUD di Pekanbaru Belum Terima Dana TPPilsutrasi pinjaman (Foto: Muhammad Ridho)

Pekanbaru -Sudah berjalan tiga bulan, lebih dari 1.000 karyawan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru belum mendapatkan honor embel-embel penghasilan pegawai (TPP). Pihak rumah sakit berjanji dalam waktu erat segara dicairkan.


1.000-An Karyawan Rsud Di Pekanbaru Belum Terima Dana Tpp

Dari sekian banyak instansi di bawah Pemprov Riau, hanya pegawai di RSUD Arifin Achmad (AA) yang belum dibayarkan TPP-nya. Penunggakan pembayaran sudah semenjak bulan Juli sampai September 2018 ini.

"Jadi sudah tiga bulan, para karyawan belum mendapatkan TPP. Padahal di instansi lainnya di jajaran Pemprov Riau semuanya sudah menerima, hanya di kawasan kita yang belum," kata dr Burhannuddin karyawan senior di RSUD AA dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/9/2018).

Burhan menjelaskan, selaku senior ia menjadi kawasan keluh kesah para PNS di rumah sakit milik Pemprov Riau itu. Keluhan para pegawai tentunya belum mendapatkan dana TPP.

"Kalau honor pokok kami tak ada masalah. Kini yang dikeluhkan soal dana TPP yang sudah tiga bulan belum dibayarkan pihak manajemen," kata Burhan.

Keluhan yang paling dirasakan, kata Burhan, tentunya para perawat. Karena belum dibayarkannya dana tunjangan, para perawat merasa sekarang kebingungan.

"Terlambatnya dana TPP ini paling dirasakan para perawat kita. Ada yang butuh untuk anak sekolah, ada yang punya hutang. Bagaimana mau bayar hutang, jikalau TPP mereka belum terima. Inilah keluh kesah mereka ke saya," kata Burhannuddin.

Masih menrut Burhan, jikalau untuk kalangan dokter di RSUD AA tak ada masalah. Karena dokter sanggup saja mendapatkan penghasilan lain.

"Kalau para dokter tak ada masalah. Tapi yang paling dirasakan akhir keterlambatan ini tentunya para perawat," kata Burhan.

Sebagian besar karyawan RSUD AA, kata Burhan, berencana akan menggelar agresi demo. Namun, selaku senior, Burhan meminta mereka untuk menahan diri dulu.

"Kita kecewa juga mengapa hanya instansi di kawasan kita yang belum dibayarkan TPP. Niat agresi demo sudah ada, tapi saya minta ke mereka untuk bersabar dulu," kata Burhan.

Menurut Burhan, instansinya ialah kawasan pelayanan publik. Sehingga mestinya harus diperhatikan dan jangan ada penundaan pembayaran.

"Kerja kita inikan eksklusif ke masyarakat. Semestinya hak-hak karyawan harus segera dibayarkan. Bagaimanapun kita ini melayani eksklusif masyarakat, alasannya ialah jikalau terus menerus tertunda, ini akan berdampak kepada pelayanan masyarakat yang akan terganggu," kata Burhan.

Sementara itu, Direktur RSUD AA, dr Nuzelly Husnedy tidak membantah soal dana TPP yang belum dibayarkan itu. Menurutnya, keterlambatan itu diakibatkan sistem penghitungan TPP yang harus cermat.

"Memang ada keterlambatan, ini semata-mata alasannya ialah masih diinput data-data mereka. Kan setiap karyawan beda-beda tugas. Misalkan perawat yang di ruangan operasi, di ruangan perawatan hitungan TPP-nya pun berbeda.

"Inilah yang lagi kita input datanya

Sumber detik.com
Buka Komentar

0 Response to "1.000-An Karyawan Rsud Di Pekanbaru Belum Terima Dana Tpp"

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel